Waduk Sempor, Tilik Sejarah Bendungan Yang Pernah Menewaskan 127 Orang

Minggu, Agustus 30, 2015
Setelah capek muter2 Benteng Van der Wijck kami melanjutkan perjalanan menuju Waduk Sempor. Sesuai namanya waduk ini terletak di Desa Sempor, Kebumen. Selain sebagai obyek wisata, waduk ini juga digunakan sebagai sumber air untuk irigasi sawah para petani, penyediaan air PDAM, karamba ikan, PLTA dan sumber penghasilan warga sekitar.

Disana kami sempet muter2 nyari keterangan tentang waduk ini tapi ga ketemu. Jadi aku kutip dari wiki aja ya :D

"Waduk sempor merupakan bendungan pada daerah Sungai Cincingguling atau disebut juga Sungai Sempor yang mengalir dari timur laut ke selatan di Kaki Gunung Serayu Selatan dan bermuara di Samudra Hindia.Waduk Sempor terletak 8 km disebelah utara kota Gombong. Waduk sempor berada di ketinggian kurang lebih 30 meter di atas permukaan air laut. Waduk ini juga dapat digunakan sebagai tempat menikmati matahari terbit (sunrise). Waduk Sempor telah dilengkapi dengan fasilitas untuk bersepeda dan berlari-lari santai untuk para wisatawan. Selain sebagai tempat wisata Waduk Sempor juga cocok digunakan sebagai tempat seminar, rapat kerja ataupun kegiatan sejenis lainnya karena suasana tempat yang tenang."


Untuk menuju lokasi kalian tidak usah takut nyasar karena disepanjang jalan sudah ada papan penunjuk jalan. Dari benteng vdj sendiri memakan waktu kira2 13menit...


Setelah memasuki pintu masuk kita masih riding lagi kira2 5menit...


Sesampainya diatas kita parkir motor 2rb dan bayar tiket masuk 5rb...

htm 23 Juli 2015

Setelah berkeliling di area ini kami mencoba lebih naik ke atas karena menurut saya pemandangannya bakalan bagus kalo diliat dari atas :D 


Saat berkeliling area waduk saya mendapati sejumlah monumen yang memang sengaja didirikan disini. Monumen yang pertama didirikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1978...


Monumen kedua diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik saat iru, Prof Dr Ir Sutami pada Maret 1978...


Monumen ini dibangun untuk mengenang para pekerja yang meninggal pada saat pembangunan waduk antara tahun 1976-1978. Saat itu jumlah pekerja yang meninggal mencapai 127 orang dikarenakan bobolnya waduk pada tahun 1967 karena hujan yang sangat deras sehingga bendungan tidak mampu menampung debit air.

Video :




Semoga bermanfaat...

Artikel Terkait

Previous
Next Post »